Saturday, April 6, 2013

Kenali Superantioksidan dari Kulit Manggis



















MANGGIS (Garcinia mangostana) merupakan tumbuhan tropis. Tumbuhan itu diperkirakan berasal dari wilayah Asia Tenggara dan tumbuh baik di wilayah dengan intensitas hujan 180-250 cm per tahun.

Manggis dikenal karena mempunyai buah yang berwarna ungu pekat dan rasa buah yang manis menyegarkan. Buah manggis dikenal juga dengan julukan 'ratu segala buah'.

Dari beberapa hasil penelitian ditemukan bahwa buah manggis, terutama kulitnya, kaya dengan 40 lebih bahan xanthones, sejenis zat superantioksidan.

Selain itu, buahnya mengandung cathechins, polikasanida, dan polifenol sebagai bahan antibakteri dan antikulat. Zat lainnya yg terdapat dalam buah manggis yaitu citamin C, BI & B2, niasin, zat besi, protein, kalsium, dan serat. Dengan kandungan yang dimilikinya, buah ini layak digolongkan sebagai salah satu tanaman obat.

Kulit buah manggis ternyata mengandung senyawa utama golongan xanthones. Secara tradisional, kulit buah manggis digunakan sebagai pengobatan, semisal di India, Myanmar, Sri Lanka, dan Thailand.

Secara luas, di Thailand kulit buah manggis dipergunakan untuk pengobatan sariawan, disentri, diare, gonorea, dan eksim. Zat antioksidan yang terkandung dalam buah manggis juga dapat menghambat proses penuaan. Dengan adanya zat ini, sel-sel tubuh yang rusak akan selalu diperbaiki sehingga orang yang mengonsumsinya akan terlihat awet muda.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pakar nutrisi Amerika, buah manggis dapat meningkatkan kesehatan mata, gigi, kulit, dan rambut. Buah manggis juga berperan penting dalam proses penyerapan serta metabolisme protein dan karbohidrat sehingga stamina tubuh tetap terjaga. (MI/Laboratorium Farmakologi UGM)